Pelajari cara membuat sinking fund agar kamu punya dana khusus untuk kebutuhan berkala seperti pajak, servis kendaraan, dan liburan tanpa mengganggu cashflow bulanan.
Pernah merasa keuangan kamu “baik-baik saja” setiap bulan, tapi tiba-tiba ambyar karena ada biaya besar yang datang mendadak? Misalnya pajak kendaraan tahunan, servis besar motor/mobil, perpanjangan asuransi, atau rencana liburan yang akhirnya terpaksa pakai kartu kredit.
Padahal, biaya seperti itu bukan benar-benar mendadak—kita sebenarnya sudah tahu itu akan datang, hanya saja sering tidak disiapkan dari jauh hari. Nah, di sinilah konsep sinking fund jadi penyelamat.
Sinking fund adalah dana khusus yang kamu kumpulkan sedikit demi sedikit untuk kebutuhan berkala. Dengan sinking fund, kamu tidak perlu panik ketika tagihan tahunan datang, dan keuangan bulanan tetap stabil. Artikel ini akan membahas cara membuat sinking fund secara mudah dan realistis.
1. Apa Itu Sinking Fund dan Bedanya dengan Tabungan Biasa?
Sinking fund adalah dana yang disiapkan untuk kebutuhan yang:
- nominalnya cukup besar
- datangnya berkala (bulanan/tahunan/seasonal)
- bisa diprediksi dari jauh hari
Contoh sinking fund:
- pajak kendaraan tahunan
- servis besar kendaraan
- maintenance rumah (AC, cat, perbaikan kecil)
- biaya sekolah/semester
- liburan
- hadiah ulang tahun keluarga
- ganti gadget setiap beberapa tahun
Bedanya dengan tabungan biasa:
- tabungan biasa sering “campur” dan gampang terpakai
- sinking fund punya tujuan jelas dan timeline jelas
Karena tujuan jelas, sinking fund membantu kamu lebih disiplin dan mengurangi kebocoran dana.
2. Kenapa Sinking Fund Penting?
Sinking fund membuat keuangan terasa lebih tenang karena:
- kamu tidak kaget saat biaya besar datang
- cashflow bulanan lebih stabil
- kamu tidak perlu utang atau gesek kartu kredit
- pengeluaran besar terasa lebih “ringan” karena dibagi per bulan
- kamu bisa merencanakan hidup dengan lebih realistis
Sinking fund juga membantu kamu membedakan: mana pengeluaran yang benar-benar darurat, dan mana yang sebenarnya bisa dipersiapkan.
3. Langkah 1: Buat Daftar Pengeluaran Berkala Kamu
Mulai dari daftar kebutuhan yang kamu tahu pasti akan terjadi. Contoh:
- pajak kendaraan
- servis besar kendaraan
- perpanjangan asuransi
- liburan tahunan
- perbaikan rumah / maintenance
- biaya kesehatan berkala
- hadiah untuk keluarga
Tips:
- cek pengeluaran tahun lalu sebagai referensi
- tulis semua dulu, nanti pilih prioritas
Daftar ini jadi pondasi sinking fund kamu.
4. Langkah 2: Tentukan Target Nominal dan Deadline
Setelah daftar dibuat, tentukan:
- target dana (berapa rupiah dibutuhkan)
- kapan dana harus terkumpul
Contoh sederhana:
- pajak kendaraan: Rp2.400.000 (deadline 12 bulan)
- servis besar: Rp1.200.000 (deadline 6 bulan)
- liburan: Rp3.600.000 (deadline 12 bulan)
Semakin jelas target dan waktunya, semakin mudah menghitung setoran per bulan.
5. Langkah 3: Hitung Setoran Bulanan (Ini Kuncinya!)
Rumusnya simpel:
Target dana ÷ jumlah bulan = setoran per bulan
Contoh:
- pajak kendaraan Rp2.400.000 ÷ 12 = Rp200.000/bulan
- servis besar Rp1.200.000 ÷ 6 = Rp200.000/bulan
- liburan Rp3.600.000 ÷ 12 = Rp300.000/bulan
Total sinking fund per bulan = Rp700.000/bulan
Dengan cara ini, pengeluaran besar jadi terasa kecil karena dibagi. Ini yang membuat sinking fund terasa “ringan tapi pasti”.
6. Langkah 4: Pisahkan Dana Sinking Fund dari Uang Harian
Sinking fund akan gagal kalau uangnya bercampur dengan uang sehari-hari. Solusinya: pisahkan.
Pilihan cara pemisahan:
- pakai rekening terpisah
- pakai dompet digital terpisah
- pakai fitur “kantong” atau sub-account
- pakai amplop budgeting (cash envelope)
- pakai catatan terpisah di aplikasi keuangan
Tujuan pemisahan ini adalah membuat dana kamu tidak “terlihat” sebagai uang bebas pakai.
7. Langkah 5: Prioritaskan Sinking Fund yang Paling Mendesak
Kalau kamu belum bisa membuat banyak sinking fund sekaligus, mulai dari yang paling dekat deadlinenya atau paling wajib.
Urutan prioritas yang paling umum:
- pajak atau kewajiban tahunan
- servis/maintenance penting
- kebutuhan kesehatan
- liburan
- upgrade gadget atau kebutuhan lifestyle
Sinking fund bukan soal banyak-banyakan, tapi soal realistis dan konsisten.
8. Tips Agar Sinking Fund Konsisten (Tanpa Terasa Berat)
Agar kamu tidak berhenti di tengah jalan:
- auto-transfer setelah gajian
- mulai dari nominal kecil dulu
- fokus pada 2–3 sinking fund pertama
- evaluasi setiap 3 bulan
- jika ada bonus, bisa tambah supaya lebih cepat tercapai
Yang paling penting: sinking fund harus terasa doable. Kalau terlalu banyak kategori dan terlalu besar setoran, kamu akan cepat capek.
9. Kesalahan Umum Saat Membuat Sinking Fund
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- target tidak realistis
- tidak pisahkan rekening (akhirnya kepakai)
- terlalu banyak kategori sejak awal
- tidak konsisten setor tiap bulan
- salah mengira sinking fund sebagai dana darurat
Ingat: sinking fund untuk kebutuhan yang bisa diprediksi. Dana darurat untuk hal yang tidak bisa diprediksi. Dua hal ini berbeda.
Kesimpulan
Sinking fund adalah cara sederhana tapi sangat efektif untuk membuat keuangan lebih stabil. Dengan menyiapkan dana khusus untuk pajak, servis, dan liburan, kamu bisa menghindari stres finansial saat pengeluaran besar datang.
Cara membuat sinking fund cukup jelas:
- daftar kebutuhan berkala
- tentukan target dan deadline
- hitung setoran bulanan
- pisahkan dana dari uang harian
- mulai dari prioritas paling penting
- lakukan secara konsisten
Dengan sinking fund, kamu tidak perlu panik saat tagihan datang, dan kamu bisa menikmati hidup tanpa merasa keuangan selalu “kaget-kagetan”.
Baca juga :